Persiku Ajukan Dana Rp 7,5 M

Maret 12, 2008 pukul 10:29 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

KUDUS : Tim Persiku Kudus mengajukan dana senilai Rp 7,5 miliar untuk mengikuti Kompetisi Sepakbola Divisi Utama Liga Indonesia 2008 ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2008.
Jumlah dana yang diajukan tersebut lebih rendah dari pengajuan awal sebesar Rp 10 miliar. Namun jika dibandingkan dengan pemasukan dana pada saat mengikuti kompetisi sepakbola Divisi I Liga Indonesia lalu, jumlah tersebut lebih besar, yakni sebesar Rp 7,23 miliar, sedangkan pengeluarannya mencapai Rp 9,98 miliar.
Menurut Manajer Utama Persiku HM Tamzil yang sehari-harinya menjabat sebagai Bupati Kudus, Selasa (22/1), meski lebih rendah dari pengajuan awal, dana sebesar itu diperkirakan cukup untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia tahun 2008.
Mengingat ada larangan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka pengajuan anggaran tersebut melalui Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI).
Selain mendapatkan dana dari APBD, Persiku juga akan mendapatkan dana dari pihak ke tiga sekitar Rp 2,5 miliar.
Pada kesempatan tersebut, dia juga masih berharap mendapatkan mantan pelatih Persiku pada masa Divisi I lalu, yakni Subangkit. “Sosok Subangkit kami nilai sebagai sosok pelatih yang disiplin dan bertanggung jawab terhadap tim,” katanya.

Persiku Rekrut Adrian Colombo

Maret 10, 2008 pukul 8:51 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

Persiku Kudus memutuskan merekrut Adrian Colombo (33) mantan pamin Persitara Jakarta Utara, untuk memperkuat lini depan pada putaran kedua Kompetisi Liga Indonesia Divisi I, sedangkan Julius Kwateh yang berposisi sebagai gelandang bertahan terpaksa dilepas.”Adrian resmi kami kontrak. Selain itu, kami juga berupaya pemain tersebut dapat dimainkan saat melawan Persikad pada Minggu (17/06),” kata Asisten Manajer Persiku, Sam’ani Intakoris, di Kudus, Jumat (15/06).

Sementara Julius, kata dia, manajemen Persiku dan pelatih memang sudah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.

Meskipun, pemain yang satu ini cukup baik di kalangan suporter, karena aksi kocaknya di setiap laga. Ia mengatakan, manajemen Persiku sedang mengurus administrasi Adrian, termasuk untuk mengurus kartu izin tinggal sementara (Kitas).

Saat tandang ke Persikad, pihaknya berharap dua pemain barunya, Mursyid Effendi dan Adrian Colombo sudah dapat menunjukkan kemampuannya secara optimal.

“Namun, Adrian tetap harus menunggu pengurusan administrasinya selesai,” ungkapnya. Dengan dua tenaga baru tersebut, kata dia, pihaknya berharap tim Persiku tidak kehilangan poin pada laga tandang nanti.

Selama ini, pemain Persiku selalu bermain lepas dan dapat mengembangkan permainannya saat menjalani laga di luar kandang. Untuk itu, poin penuh harus diraihnya.

Dengan masuknya, Adrian, tercatat ada empat pemain asing yang memperkuat Persiku, yakni Andrian, Edson, Christian, dan Pozo.

Subangkit Lebih Tertantang Melatih Persiku

Maret 10, 2008 pukul 8:47 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

KUDUS, KOMPAS – Subangkit lebih tertantang menangani Persiku karena pihak manajemen memasang target cukup ambisius. Target kesebelasan dari kota kretek ini adalah berprestasi di kancah kompetisi Divisi I 2007, sekaligus lolos ke Divisi Utama Liga Indonesia. Padahal, ada penawaran dari klub lain dengan gaji serta fasilitas yang lebih baik.

“Untuk itulah saya bersedia datang ke Kudus guna bertemu dengan pengurus dan manajer tim Persiku yang kebetulan dijabat Bupati Kudus M Tamzil,” kata Subangkit ketika ditemui di ruang tamu kantor Bupati Kudus, Sabtu (30/9).

M Tamzil memang mengagendakan untuk bertemu dengan Subangkit sebagai upaya untuk memilih calon pelatih berkualitas yang mampu meloloskan Persiku ke Divisi Utama. Selain dia, calon pelatih lain yang diincar adalah Hery Kiswanto.

Hasil pertemuan perdana tersebut, menurut Sam’ani, yang dihubungi via telepon, Minggu, bersinyal positif karena memang Subangkit berminat menangani Persiku. “Tetapi dia minta waktu menyelesaikan kontrak dengan Persekabpas. Setelah itu dilanjutkan pertemuan untuk negoisasi,” tuturnya.

Menurut Subangkit, ia masih terikat kontrak dengan Persekabpas hingga menjelang akhir 2006. Namun, ia tidak akan memperpanjang kontrak karena sudah sejak tahun 2003 menjadi pelatih Persekabpas dan berhasil mengantarkannya menjadi juara Divisi II zona Jatim, Divisi II nasional dan empat besar Divisi I Liga Indonesia.

“Sekali lagi memang berminat menerima tantangan manajemen Persiku untuk meloloskan ke Divisi Utama, lalu mencari suasana baru,” tuturnya.

Ia mengakui masih “buta” terhadap peta kekuatan dan kelemahan Persiku karena baru sekali melihat ketika kesebelasan berjuluk Macan Muria ini bertemu dengan Persekabpas di Kudus dalam ajang pertandingan persahabatan.

Namun, jika menargetkan lolos ke Divisi Utama, pihak manajemen harus menyiapkan dana besar untuk membeli pemain dalam negeri dan asing yang benar-benar berkualitas. Gaji pemain Persipur

Dari Purwodadi, Humas Persipur Purwodadi Dani Agus Jumat lalu membenarkan, gaji para pemain dan pelatih selama dua bulan terakhir belum dibayarkan manajemen. Jika tidak segera diselesaikan bisa berpengaruh terhadap persiapan kompetisi Divisi I 2007.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti, mengapa manajemen sampai terlambat membayar gaji yang menjadi hak para pemain maupun pelatih.

Manajer Persipur Johny Supriyadi yang dihubungi secara terpisah menyatakan masih berusaha untuk mendapatkan kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sehingga gaji pemain dan pelatih yang mencapai sekitar Rp 300 juta segera bisa dibereskan dalam beberapa hari ke depan.

“Sudah dalam proses kok dan pasti akan dibayarkan karena memang hak mereka dan ini memang salah satu kelemahan manajemen Persipur,” tuturnya.

Supriyadi menambahkan, mengingat musim kompetisi Divisi I kemungkinan besar diputar setelah bulan Januari 2007, persiapan pembentukan tim baru akan dilakukan setelah Lebaran

Lapangan yang kurang mendukung

Maret 10, 2008 pukul 8:42 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

355949869l.jpgLapangan yang kurang mendukung akan mempengaruhi kemajuan tim persiku. Diharapkan para pengurus Persiku segera memperbaiki lapangan yang ada, sehingga tidak akan memperburuk citra sepak bola Kudus.

Tim-tim yang lolos Super Liga 2008/2009

Maret 10, 2008 pukul 12:37 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

Super Liga adalah divisi teratas dari Liga Indonesia yang mulai diselenggarakan tahun 2008. Kompetisi ini dilaksanakan untuk mengikuti persyaratan FIFA dimana suatu liga teratas dari suatu negara tidak boleh terdiri lebih dari 18 klub dan semua klub diharapkan merupakan klub profesional.

Ide dari pelaksanaan sistem liga ini diperoleh sejak tahun 2007 di mana ada keinginan untuk melaksanakan liga sepak bola profesional. Hal ini juga timbul karena tidak tepatnya format Liga Indonesia pada tahun 2007 : sistem di mana hanya setengah kompetisi, yang menyebabkan tingginya tensi dari pertandingan yang sangat berpotensi memicu kerusuhan. Pada awal liga, Super Liga diadakan dengan menyeleksi 9 tim teratas dari Divisi Utama Liga Indonesia 2007. Tim-tim tersebut adalah :

Wilayah Barat :

  1. Sriwijaya FC Palembang
  2. Persija Jakarta
  3. PSMS Medan
  4. Persik Kediri
  5. Persib Bandung
  6. Persela Lamongan
  7. Persitara Jakarta Utara
  8. Pelita Jaya Purwakarta
  9. Persita Tangerang
Wilayah timur:

  1. Persipura Jayapura
  2. Persiwa Wamena
  3. Deltras Sidoarjo
  4. Arema Malang
  5. PSM Makasar
  6. Persiter Ternate
  7. Persiba Balikpapan
  8. Persmin Minahasa
  9. Persijap Jepara

 

Persiku Kudus Dihadang Persoalan Berlapis

Maret 10, 2008 pukul 12:30 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

Perbaikan Stadion Wergu Wetan Harus Dilakukan

KUDUS, KOMPAS – Persiku Kudus kini dihadang persoalan berlapis, setelah berhasil promosi dari Divisi I ke Divisi Utama. Namun, Manajer Utama Persiku HM Tamzil yang sehari-harinya menjabat sebagai Bupati Kudus tetap optimistis untuk mengatasinya. Pelarangan penggunaan anggaran dan persyaratan stadion menjadi masalah tim ini.

Persoalan itu cukup pelik dan ia juga tengah berusaha untuk tampil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2010 sehingga membutuhkan perhatian ekstra.

“Saya kira tetap bisa berjalan karena saya akan dibantu sepenuhnya sejumlah wakil manajer umum, pengurus lain, hingga dukungan berbagai kalangan,” tuturnya, Selasa (23/10).

Tamzil kembali terpilih sebagai Manajer Utama Persiku untuk musim kompetisi Divisi Utama 2008 melalui rapat pengurus Persiku yang langsung dipimpin Ketua Umumnya, Isdarmadi. Ia didampingi asisten manajer Samani Intakoris, Akhwan Sukandar, Agus Darmawan, dan Badri Utomo.

Adapun persoalan berlapis yang kini harus dihadapi jajaran pengurus dan manajemen Persiku adalah larangan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan persyaratan sarana prasana Stadion Wergu Wetan yang membutuhkan dana puluhan miliar rupiah.

Meskipun jajaran manajemen berasal dari kalangan birokrat dan anggota dewan, untuk mengotak-atik dana dari APBD Kudus 2008 guna membiayai Persiku tampaknya sangat sulit.

Apalagi sebagai bupati, Tamzil dalam beberapa kali pertemuan dengan anggota dewan berjanji jika dalam APBD 2008 sudah terbebas dari defisit anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah.

Jika gagal memperoleh dana segar dari APBD, Manajer Utama Persiku ini akan berusaha keras untuk memperoleh bantuan dari sejumlah perusahaan di Kudus yang sebagian di antaranya di atas kertas mampu menggelontorkan dana segar.

Selain itu, Persiku membutuhkan dana lebih dari Rp 15 miliar, Stadion Wergu Wetan juga harus dibenahi karena sudah tidak memenuhi syarat untuk dijadikan ajang kompetisi Divisi Utama.

“Kami sebenarnya sudah menawarkan secara tertulis kepada perusahaan di Kudus untuk membantu merenovasi Stadion Wergu Wetan, antara lain dalam bentuk pengelolaan selama 20 tahun ditangani penyandang dana, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti,” tutur Samani Stadion Wergu Wetan pada awalnya dibangun dan dikelola perusahaan rokok dan tekstil Sukun, kemudian kembali ditangani pemerintah kabupaten.

“Kapasitas stadion ini masih di bawah standar. Belum ada lampu dan kelengkapan lainnya sehingga tidak bisa main malam,” tambahnya. Namun, semua itu, menurut Tamzil, masih bisa diatasi.

Basoka, Damai di Luar Sportif di Lapangan

Maret 10, 2008 pukul 12:28 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

PERTANDINGAN sepak bola tidak bisa lepas dari para suporternya. Fanatisme suporter, terkadang berdampak pada tindakan anarkis. Sejarah negeri ini mencatat sejumlah pertandingan sepak bola yang mengalami kericuhan akibat ulah para suporter.

Agar kecenderungan itu tak makin menggejala, menurut Sekretaris Umum Bala Soeporter Koedoes Raya (Basoka) Kudus, Bambang Juniatmoko SE, dibutuhkan proses pendewasaan untuk para suporter.

Sebagai organisasi suporter pendukung kesebelasan Persiku, pihaknya senantiasa mengimbau kepada 750 orang anggotanya untuk tidak bertindak brutal ketika menyaksikan pertandingan.

“Kami berusaha menjaga, agar selama pertandingan berlangsung tidak mengeluarkan suara-suara yang mengganggu jalannya pertandingan. Motto yang kami usung, damai di luar, sportif di lapangan,” ujarnya.

Sebenarnya, jelas dia, tindak kekerasan oleh suporter dipicu oleh apa yang terjadi di lapangan. Misalnya, ada wasit yang main mata dengan hakim garis, atau pemain terprovokasi oleh pemain juga.

Itu semua, memengaruhi emosi para suporter. Namun selama ini, hal itu justru tidak diketahui oleh banyak orang. Sehingga, posisi suporter selalu tersudut dan dipersalahkan sebagai biang terjadinya kerusuhan.

Basoka yang berdiri pada 1 Maret 2005 itu memberikan pressure kepada PSSI untuk bertindak tegas. Maka, konflik di lapangan yang berpengaruh ke suporter akan berkurang.

Dia lantas memberikan koreksi terhadap Persiku. Menurut dia, antara pemain, manajer, dan pengurus Persiku, harus kompak. Selama ini dia menilai, setiap pihak mencari pembenaran diri dan menjatuhkan satu sama lain.

Khusus untuk pemain, dia mengharapkan agar bersikap proporsional. Artinya, selain meneriakkan profesionalitas berupa adanya gaji yang memadai, pemain juga harus loyal terhadap timnya.

Dia memahami, sebagai kesebelasan “pelat merah”, kemajuan Persiku tersandung oleh pembiayaan. Jatah dari Pemkab Kudus sebesar Rp 1 miliar, memang belum bisa sepenuhnya mengangkat Persiku.

Berkat dukungan Suporter Macan Muria (SMM)

Maret 8, 2008 pukul 11:27 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar

Berkat dukungan Suporter Macan Muria (SMM), Persiku yang sempat terseok ke Divisi Dua kini kembali berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia. Bagaimana fans Macan Muria memotivasi para pemain?

Persatuan Sepakbola Kudus (Persiku) pernah berjaya pada tahun 1994, saat ditangani pelatih Riona Asnan. Namun setelah itu namanya meredup, malah nyaris padam. Kenyataan ini membuat suporter Persiku yang tergabung dalam SMM merana. Arif Soelechan, Ketua SMM, tak mau pasukannya larut dalam kepedihan. Mereka pun bangkit!

Februari 2005, menjelang diputarnya kompetisi Divisi Dua, SMM memotivasi pemain Persiku dengan membuat bendera raksasa dengan ukuran 60,2 meter kali 40 meter. Bendera tersebut tercatat di MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai bendera terbesar di Indonesia. Pembuatan bendera itu melibatkan 15 ribu anggota SMM. Bendera tersebut dibentangkan di Alun-alun Simpangtujuh, Kudus, dengan melibatkan 150 siswa SMAN 2 Bae yang dilatih selama dua pekan.

Bendera raksasa itu ternyata menjadi simbol kebangkitan Persiku. Kesebalasan kota keretek itu berhasil menjuarai komptisi Divisi Dua dengan hasil kinclong: tak pernah kalah. Mereka promosi ke Divisi Satu. Tentu, semangat SMM dalam memberi dukungan kepada Perisku makin membara. Beberapa kelompok suporter menyatakan diri bergabung ke SMM. Salah satunya adalah Pasukan Macan Kolaborasi (Pasmako) yang bermarkas di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati. Kini, SMM memiliki 33 laskar suporter.

Berlaga di Divisi Satu menimbulkan asa baru bagi SMM. Mereka terus memberi dukungan manakala Persiku berlaga, baik saat bermain di kandang maupun di kala tandang. Militansi mereka tak perlu diragukan lagi. Saat Persiku berlaga di markas Persikad, anggota SMM tampak bersemangat. Memakai aksesori Persiku lengkap mereka bernyanyi dan meneriakkan yel-yel. Bunyi drum dan terompet tak pernah berhenti meski Persiku menyerah dengan skor telak, 2-5.

Lolos dengan Perang Gol

Maret 8, 2008 pukul 5:19 am | Ditulis dalam Berita | Tinggalkan komentar


JAKARTA – Perebutan tiga tiket sisa promosi ke Divisi Utama benar-benar berlangsung panas. Para kontestan Divisi I di tiga grup, yakni Grup II, III, dan IV saling berlomba memenangi pertandingan terakhir kemarin sore dengan skor mencolok.

Tengok apa yang terjadi di Grup II. Persiku Kudus memastikan diri melenggang ke Divisi Utama mendampingi Persikad Depok usai mencatatkan kemenangan fantastik 8-1 (4-0) atas Persebi Boyolali di Stadion Wergu Wetan, Kudus.

Andrian Colombo menyumbang lima dari delapan gol Persiku tersebut. Lima gol itu dicetak Colombo pada menit ke-35, 41, 61, 73, dan 78. Tiga gol lainnya disarangkan Octovio Pozo di menit kelima, 25, serta 50. Satu-satunya gol hiburan Persebi dicetak Ferry Haryadi menit 56.

Kemenangan telak tim berjuluk Macan Muria itu mematahkan ambisi dua rivalnya, Persikab Kabupaten Bandung dan Persibat Batang. Meski, kedua seteru Persiku itu juga membukukan kemenangan. Persikab memenangi derby Bandung lawan Produta 2-1 dan Persibat memukul Persipur juga dengan skor 2-1.

Kemenangan besar di Grup II bukan hanya direngkuh Persiku. Perserang Serang yang gagal menembus posisi empat besar juga mencetak kemenangan superbesar. Mereka menggelontor gawang PSB Bogor 10-1 (5-1). Dari sepuluh gol tersebut, delapan di antaranya diborong Peri Sah Kole.

Perang gol demi merebut tiket promosi ke Divisi Utama juga mewarnai Grup III. Perang itu dilakoni oleh Persiba Bantul dengan Gresik United (GU). Bertarung di depan publiknya sendiri Stadion Tri Dharma, Gersik, GU menundukkan Persipro Probolinggo lima gol tanpa balas.

Sayang kemenangan besar itu tetap tidak membuat tim asal Kota Pudak tersebut melenggang ke Divisi Utama. Sang rival, Persiba Bantul, berhasil membungkam Persepar Palangka Raya 3-0 (2-0) di Stadion 17 Mei, Banjarmasin.

Dengan kemenangan fakta itu, maka Persiba yang berhak menggenggam tiket promosi dari Grup II mendampingi Persibo Bojonegoro. Sedang satu tiket tersisa di Grup IV menjadi milik Persigo Gorontalo. Mereka mengikuti jejak Mitra Kukar yang suadah lebih dulu memastikan diri promosi.

Kepastian melajunya Persigo ke Divisi Utama juga terjadi usai mereka menang telak 4-1 (4-1) atas Persekaba Yahukimo FC di Stadion Telaga, Gorontalo. Dengan tambahan tiga poin tersebut, Persigo berhasil menyingkirkan Persisam Samarinda dengan selisih dua angka. (fim)

Daftar Tim Promosi ke Divisi Utama

1. PSP Padang
2. PSAP Sigli
3. Persikad Depok
4. Persiku Kudus
5. Persibo Bojonegoro
6. Persiba Bantul
7. Mitra Kukar
8. Persigo Gorontalo

Empat Tim Ke Semifinal Divisi I
1. PSP Padang
2. Persikad Depok
3. Persibo Bojonegoro
4. Mitra Kukar

Persiku Kembali ke Divisi Utama

Maret 8, 2008 pukul 4:26 am | Ditulis dalam Berita | 1 Komentar

Persiku Kudus kini mulai menatap kompetisi divisi utama Liga Indonesia musim depan. Sebab, tim dari kota di Jawa Tengah itu lolos ke liga paling bergengsi dalam dunia sepakbola di tanah air itu setelah mereka mereka lolos dari kompetisi divisi I musim 2007.

Tiket ke divisi utama jadi milik Persiku setelah mereka melumat Persebi Boyolali, 8-1, dalam laga terakhir di kompetisi divisi I Liga Indonesia Wilayah Barat, Minggu (26/8), di Stadion Wergu Wetan, Kudus. Hasil itu menjadikan Persiku keluar sebagai runner-up di belakang Persikad Depok yang jadi tim peringkat pertama.

Dari 14 kali main, Persiku mengumpulkan nilai total 32. Sedangkan Persikad menghimpun nilai total 33 dan sudah lebih awal memastikan lolos ke divisi utama Liga Indonesia 2008 mendatang.

Bagi Persiku, lolos ke divisi utama adalah ulang prestasi mereka 13 tahun silam. Waktu itu Persiku ditangani oleh pelatih asal Surabaya, Riono Asnan. Tapi hanya beberapa musim beredar di divisi utama, Persiku terlempar kembali ke divisi I.

Sukses melibas Persebi Boyolali disambut hangat oleh sekitar 10 ribu penonton yang memadati Stadion Werge Wetan. Ratusan penonton sempat masuk lapangan buat mengelu-elukan para pemain tim Persiku Kudus. Kostum para pemain Persiku sempat dilucuti dan diambil begitu saja oleh para suporter yang tengah bergembira

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.